Model Pembelajaran Jigsaw
Model
Pembelajaran Jigsaw
1.Pengertian
Jigsaw
adalah tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Elliot Aronson’s.
Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa
terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak
hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap
memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya.Pada model
pembelajaran jigsaw ini keaktifan siswa (student centered) sangan dibutuhkan,
dengan dibentuknya kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 orang yang
terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli.
Dalam
Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw, siswa dibagi dalam beberapa kelompok
belajar yang heterogen yang beranggotakan 3-5 orang dengan menggunakan pola
kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa
terdiri dari berapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan
keragaman dan latar belakang. Guru harus trampil dan mengetahui latar belakang
siswa agar terciptanya suasana yang baik bagi setiap angota kelompok. Sedangkan
kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok lain
(kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian
dijelaskan kepada anggota kelompok asal.
Para anggota dari kelompok asal yang berbeda,
bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan
membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta
membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut. Disini, peran
guru adalah mefasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah
untuk memahami materi yang diberikan. Setelah pembahasan selesai, para anggota
kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman
sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok
ahli.Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan
saat melakuakn diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima
oleh setiap anggota pada kelompok asal. Kunci tipe Jigsaw ini adalah
interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi
yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja
sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan
memecahkan masalah yang biberikan.
2.
Ciri-ciri Jigsaw
1) Setiap
anggota tim terdiri dari 5-6 orang yang disebut kelompok asal
2) Kelompok
asal tersebut dibagi lagi menjadi kelompok ahli
3) Kelompok
ahli dari masing-masing kelompok asal berdiskusi sesuai keahliannya
4) Kelompok
ahli kembali ke kelompok asal untuk saling bertukar informasi
Dalam jigsaw, siswa bekerja dalam tim-tim heterogen.
seperti pada STAD, skor-skor yang disumbangkan oleh siswa pada tim mereka
didasarkan pada sistem skor perbaikan individu dan siswa pada tim dengan skor
tinggi dapat diberi penghargaan/sertifikat. Jumlah anggota dalam kelompok asal
menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.Dengan cara ini diharapkan
siswa termotivasi untuk belajar bahan ajar tersebut dengan baik. Kunci
keberhasilan jigsaw adalah saling ketergantungan, yaitu setiap siswa bergantung
kepada anggota timnya untuk mendapat informasi yang dibutuhkan agar dapat
mengerjakan kuis dengan baik.
3. Kelebihan
Bila
dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, model pembelajaran Jigsaw
memiliki beberapa kelebihan yaitu:
1.
Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar,karena sudah ada kelompok ahli yang
bertugas
menjelaskan materi kepada rekan-rekannya
2.
Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat
3. Metode
pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan
berpendapat.
4. Kelemahan
Dalam
penerapannya sering dijumpai beberapa permasalahan yaitu :
1.
Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol
jalannya
2.
diskusi. Untuk mengantisipasi masalah ini guru harus benar-benar memperhatikan
jalannya diskusi. Guru harus menekankan agar para anggota kelompok menyimak
terlebih dahulu penjelasan dari tenaga ahli. Kemudian baru mengajukan
pertanyaan apabila tidak mengerti.
3.
Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berfpikir rendah akan mengalami
kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli. Untuk
mengantisipasi hal ini guru harus memilih tenaga ahli secara tepat, kemudian
memonitor kinerja mereka dalam menjelaskan materi, agar materi dapat
tersampaikan secara akurat.
4.
Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan.
5.
Untuk mengantisipasi hal ini guru harus pandai menciptakan suasana kelas yang
menggairahkan agar siswa yang cerdas tertantang untuk mengikuti jalannya
diskusi.
6. Siswa
yang tidak terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses
pembelajaran.
5. metode-metode yg digunakan
Metode jigsaw
adalah teknik pembelajarankooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki
tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw
ini adalah mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan
menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila
mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.Setiap siswa yang ada
di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit
pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang
ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai materi
lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan
materi tersebut ke anggota lainnya.Semua siswa dalam “kelompok awal” telah
membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk
memastikan pemahaman.Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” – dimana
anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang
berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota
kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru.Setelah menguasai materi
baru ini, semua siswa pulang ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi
pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam
“jigsaw puzzle” (teka-teki potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi
dari setiap bagian pengetahuan – adalah penting untukpenyelesaian dan pemahaman
utuh dari hasil akhir.
6. Langkah-langkah dalam metode
jigsaw
Sesuai
dengan namanya, teknis penerapan tipe pembelajaran ini maju mundur seperti
gergaji. Menurut Arends (1997), langkah-langkah penerapan model pembelajaran
Jigsaw, yaitu:
1.
Awal kegiatan pembelajaran
a.
Persiapan
1. Melakukan Pembelajaran Pendahuluan Guru
dapat menjabarkan isi topik secara umum, memotivasi siswa dan menjelaskan
tujuan
dipelajarinya topik tersebut.
2. Materi Materi pembelajaran kooperatif model
jigsaw dibagi menjadi beberapa bagian
pembelajaran
tergantung pada banyak anggota dalam setiap kelompok serta
banyaknya
konsep materi pembelajaran yang ingin dicapai dan yang akan dipelajari
oleh
siswa.
3. Membagi Siswa Ke Dalam Kelompok Asal Dan
Ahli Kelompok dalam pembelajarn kooperatif model jigsaw beranggotakan 3-5 orang
yang
heterogen
baik dari kemampuan akaademis, jenis kelamin, maupun latar belakang
sosialnya
4. Menentukan Skor Awal Skor awal merupakan
skor rata-rata siswa secara individu pada kuis sebelumnya atau
nilai
akhir siswa secara individual pada semester sebelumnya.
2. Rencana Kegiatan
1. Setiap
kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan
menetapkan
anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli.
2. Anggota
ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua
sub topik
yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.
3. Siswa ahli kembali ke kelompok
masing-masing untuk menjelaskan topik yang
didiskusikannya.
4. Siswa
mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik.
5. Pemberian penghargaan kelompok berupa skor
individu dan skor kelompok atau
menghargai
prestasi kelompok.
3. Sistem Evaluasi
Dalam
evaluasi ada tiga cara yang dapat dilakukan:
1. Mengerjakan kuis individual yang mencaukup
semua topik.
2. Membuat laporan mandiri atau kelompok.
3.
Presentasi Materi Evaluasi - Pengetahuan (materi ajar) yang difahami dan
dikuasai oleh siswa. - Proses belajar yang dilakukan oleh siswa.
Comments
Post a Comment